Samarinda — Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur tampak berbeda pada Jumat siang (10/1/26). Dominasi warna merah berpadu dengan suasana hangat dan akrab. Tawa, sapa, serta obrolan ringan mengalir tanpa sekat, mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan yang digelar secara sederhana dan merakyat.
Peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan tahun ini mengusung semangat “Satyam Eva Jayate”, yang bermakna hanya kebenaran yang akan berjaya. Subtema “Disanalah Aku Berdiri Untuk Selama-lamanya, Kader Sebagai Ibu Pertiwi” menegaskan komitmen kader PDI Perjuangan untuk hadir tidak hanya dalam kontestasi politik, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat.
Momentum HUT ke-53 ini bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan yang digelar di Jakarta pada 10–12 Januari. Di Kalimantan Timur, peringatan tersebut diisi dengan kegiatan syukuran, makan bersama rakyat, serta pemotongan dan penyerahan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
Prosesi pemotongan tumpeng dihadiri perwakilan organisasi lintas agama dan kemasyarakatan. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari API, Bamagnas, PGLII, GPDI, PGPI, GKII, hingga MUKI, baik di tingkat kota maupun provinsi. Kehadiran mereka memperkuat semangat kebhinekaan dalam perayaan tersebut.
Penyerahan tumpeng tidak hanya dilakukan di satu lokasi. Sejumlah tempat turut menjadi sasaran kegiatan, di antaranya Kesultanan Kutai Kartanegara, Gereja Katolik Santo Lukas, Majelis Daerah GPdI, Pondok Pesantren Al Falah, panti asuhan, Balakar Samarinda, hingga Gereja Toraja. Kegiatan ini dilaksanakan oleh perwakilan pengurus DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur sebagai wujud kepedulian dan penghormatan kepada masyarakat lintas latar belakang.
Wakil Sekretaris Bidang Program DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Priskila Evalianitha Randabunga, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-53 sengaja dikemas dengan konsep yang dekat dengan rakyat.
“Hari ini kami menggelar syukuran dan makan bersama rakyat. Menu yang disajikan juga berasal dari UMKM, supaya manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Priskila, kegiatan tersebut mencerminkan sikap PDI Perjuangan yang konsisten memilih berada di tengah rakyat, di tengah dinamika politik nasional yang terus berkembang.
“Kondisi politik nasional memang dinamis, tapi PDI Perjuangan tetap konsisten bersama rakyat. Peringatan HUT ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Di pusat ada Rakernas, dan kami di daerah menunggu serta mengikuti arahan dari Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarnoputri,” jelasnya.
Ia menegaskan, HUT ke-53 menjadi momentum bagi seluruh kader PDI Perjuangan di Kalimantan Timur untuk terus menjaga soliditas dan aktif turun ke masyarakat.
“Ini jadi pengingat bagi kami semua agar tidak berjarak dengan rakyat. Karena itu, kegiatan hari ini memang kami arahkan pada kebersamaan dan kedekatan dengan masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi dinamika politik nasional, Priskila juga menyinggung wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Ia menegaskan sikap PDI Perjuangan tetap sejalan dengan arahan Ketua Umum.
“Sampai hari ini, sikap partai masih menolak Pilkada oleh DPRD. Kami tetap tegak lurus dan menunggu arahan selanjutnya dari Ketua Umum,” katanya.
Ia menambahkan bahwa setiap langkah politik PDI Perjuangan selalu berpijak pada kepentingan rakyat.
“Ibu Ketua Umum selalu menekankan bahwa perjuangan PDI Perjuangan adalah perjuangan untuk rakyat. Jadi setiap keputusan yang diambil pasti berangkat dari kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Memasuki usia ke-53, PDI Perjuangan Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmennya untuk tetap bersama rakyat, merawat kebersamaan, serta menjaga nilai kebenaran sebagai arah utama perjuangan politik.






